Jangan Cela ABG!

Dunia Maya, Media, Teknologi, keluarga 17 Comments »

Akhir-akhir ini sudah banyak sekali kasus yg melibatkan ABG. Mulai dr yg katanya diculik sama teman yang dikenal lewat facebook lah, siswa-siswa yg dikeluarkan dr sekolah karena mencela gurunya di Facebook lah, terus ada lagi yg marah-marah ke teman wanita pacarnya di Facebook karena cemburu sampai masuk ke akun Facebook pacarnya segala (gila, kasus kayak gini sekarang bisa dibawa ke pengadilan, loh!), sampai heboh-heboh soal ABG yg ngamuk-ngamuk dan maki-maki di twitter. Duh, eneg nggak sih dapat kabar kayak begini terus?

 

Kemudian yang disalahkan adalah facebook-nya, twitter-nya, internetnya… Sampai ada pelarangan ini itu segala. Sampai ada peraturan seputar internet yg katanya dibuat untuk mencegah kejadian-kejadian seperti ini lg. Padahal kalau mau dicermati, jelas sekali yg salah bukan media-nya. Tapi penggunanya! Ok, ok… kalau soal ini sudah banyak sekali yg bahas di blog, bahkan di tv atau koran.

 

Tapi yg kemudian menjadi fokus saya adalah… saya perhatikan jd banyak sekali orang-orang (khususnya yg merasa sudah tidak ABG lagi) yg mencela ABG. ABG dinilai sebagai generasi yg bodoh, tidak dewasa, tidak bijak, sehingga bisa dengan mudahnya melakukan dan terjebak pd hal-hal yg konyol dan dianggap sepele. Tapi… sesungguhnya di mata saya anggapan seperti itu terlalu dangkal!

Read the rest of this entry »

Tags :

Pengamen yang “Mengancam”

Sosial 14 Comments »

Pernah nggak denger pengamen (biasanya penampilannya didandanin ala rocker gagal) di angkutan umum atau dimana pun, nyanyi dengan lirik yg kurang lebih isinya seperti ini (dengan irama yg ngasal) :

“Kasihanilah kami… yg tidak punya uang… tidak mampu bersekolah… cari makan saja susah…”

 

Yeaaaahh… Seolah mereka sangat harus dikasihani. Lalu… liriknya berlanjut…

“Untung kami tidak merampok… tidak membunuh… kami hanya mengamen… untuk sekedar mencari sesuap nasi…”

 

Ok, masih biasa aja di sini. Lalu…

“Tolonglah kiranya Bapak dan Ibu memberikan sedikit rejekinya kepada kami yg tidak punya ini… Kami akan berdo’a semoga Bapak dan Ibu diberi berkah dan harta yg melimpah…”

 

Tiba-tiba si pengamen mengulur-ulurkan tangannya, menghampiri setiap penumpang.  Berharap diberi recehan. Namun yg terjadi ternyata tidak ada yg terusik. Tidak ada yg memberikannya uang. Hohoho… Tidak ada yg tersentuh. Lantas ia kembali lanjut bernyanyi dgn gitar kecilnya :

Read the rest of this entry »

Tags :

Berikan Sedikit Respek pada Sang Putri

Entertainment, Media, Opini 16 Comments »

Dulu ketika baru ada pemberitaan tentang seorang ibu yang putrinya diculik oleh sebuah keluarga kerajaan di negeri seberang, banyak orang yang bersimpati. Apalagi katanya sang putri disiksa oleh suami dan keluarganya di sana. Media pun berlomba-lomba membuat pemberitaan, bahkan membantu sang ibu berhubungan dan berbicara langsung dengan kerabat atau anggota keluarga di negeri seberang.

 

Banyak yg penasaran dengan akhir tragedi itu. Hingga akhirnya suatu hari sang putri berhasil “direbut” kembali oleh sang ibu karena sang putri konon berhasil lepas dari “penjara” sang pangeran. Bahkan sebuah laskar dan anggota intelijen asing dikabarkan jg ikut serta membantu dalam proses pelepasan sang putri.

 

Drama berlanjut dgn bahagia. Sang putri akhirnya kembali ke pelukan ibunya dan menginjakkan kaki ke tanah air. Ia langsung menjadi sorotan banyak media. Diundang ke berbagai acara, wawancara dimana2, bahkan konon job pun mulai berdatangan. Dan dalam setiap sorot kamera, sang putri selalu tersenyum. Tampak bahagia, tanpa tekanan, dan seolah tidak pernah terjadi hal buruk pd dirinya.

Read the rest of this entry »

Tags :

Jadi, Blog Ini Ditutup Saja?

Dunia Maya, Media, Opini, Suara Konsumen 23 Comments »

Wooo… sudah hampir setengah tahun ya blog ini tidak terjamah? :)) Saya bahkan sempat lupa kalo saya jg penulis blog ini. =)) Parah parah parah… Maklum, sibuk menarsiskan diri di blog yg 1 itu:P Tp entah kenapa, kasus yg menimpa Ibu Prita  Mulyasari yg sedang ramai dibahas di berbagai media (termasuk blog) itu meningkatkan gairah saya utk kembali menulis di blog ini. Pasalnya, blog ini kan jg termasuk blog satir yg isinya kritikan dari hal2 paling ga penting sampe hal2 yg cukup serius utk dibahas dan diperhatikan.

 

 

 

Sepengetahuan saya… sejauh saya melihat kasus ini… memang masalah ini sangat mengkhawatirkan kita sebagai konsumen, pengguna internet, dan blogger khususnya. Tp saya tidak akan membahas masalah ini lebih lanjut karena sudah banyak yg membahasnya. Yg tiba2 bertengger di otak saya adalah… bagaimana dgn blog ini? Semua isinya jg ttg kritikan. Mulai dr yg kejam sampe yg halus… dr yg pedes sampe yg asin… tp kok saya ndak masuk penjara, ya? :)) Hayah… malah minta! :-w

Read the rest of this entry »

Tags :