Jangan Cela ABG!

Dunia Maya, Media, Teknologi, keluarga 19 Comments »

Akhir-akhir ini sudah banyak sekali kasus yg melibatkan ABG. Mulai dr yg katanya diculik sama teman yang dikenal lewat facebook lah, siswa-siswa yg dikeluarkan dr sekolah karena mencela gurunya di Facebook lah, terus ada lagi yg marah-marah ke teman wanita pacarnya di Facebook karena cemburu sampai masuk ke akun Facebook pacarnya segala (gila, kasus kayak gini sekarang bisa dibawa ke pengadilan, loh!), sampai heboh-heboh soal ABG yg ngamuk-ngamuk dan maki-maki di twitter. Duh, eneg nggak sih dapat kabar kayak begini terus?

 

Kemudian yang disalahkan adalah facebook-nya, twitter-nya, internetnya… Sampai ada pelarangan ini itu segala. Sampai ada peraturan seputar internet yg katanya dibuat untuk mencegah kejadian-kejadian seperti ini lg. Padahal kalau mau dicermati, jelas sekali yg salah bukan media-nya. Tapi penggunanya! Ok, ok… kalau soal ini sudah banyak sekali yg bahas di blog, bahkan di tv atau koran.

 

Tapi yg kemudian menjadi fokus saya adalah… saya perhatikan jd banyak sekali orang-orang (khususnya yg merasa sudah tidak ABG lagi) yg mencela ABG. ABG dinilai sebagai generasi yg bodoh, tidak dewasa, tidak bijak, sehingga bisa dengan mudahnya melakukan dan terjebak pd hal-hal yg konyol dan dianggap sepele. Tapi… sesungguhnya di mata saya anggapan seperti itu terlalu dangkal! Read the rest of this entry »

Tags :

Pengamen yang “Mengancam”

Sosial 14 Comments »

Pernah nggak denger pengamen (biasanya penampilannya didandanin ala rocker gagal) di angkutan umum atau dimana pun, nyanyi dengan lirik yg kurang lebih isinya seperti ini (dengan irama yg ngasal) :

“Kasihanilah kami… yg tidak punya uang… tidak mampu bersekolah… cari makan saja susah…”

 

Yeaaaahh… Seolah mereka sangat harus dikasihani. Lalu… liriknya berlanjut…

“Untung kami tidak merampok… tidak membunuh… kami hanya mengamen… untuk sekedar mencari sesuap nasi…”

 

Ok, masih biasa aja di sini. Lalu…

“Tolonglah kiranya Bapak dan Ibu memberikan sedikit rejekinya kepada kami yg tidak punya ini… Kami akan berdo’a semoga Bapak dan Ibu diberi berkah dan harta yg melimpah…”

 

Tiba-tiba si pengamen mengulur-ulurkan tangannya, menghampiri setiap penumpang.  Berharap diberi recehan. Namun yg terjadi ternyata tidak ada yg terusik. Tidak ada yg memberikannya uang. Hohoho… Tidak ada yg tersentuh. Lantas ia kembali lanjut bernyanyi dgn gitar kecilnya : Read the rest of this entry »

Tags :