Langsung aja, ya. Alhamdulillah saya ikut dalam acara Pesta Blogger 2008 yg dilaksanakan pd tanggal 22 November 2008 kemarin di BPPT. Tentang acaranya bisa dilihat di webnya sendiri.
Trus ga sengaja nemu sebuah kritikan pedas ttg acara ini. Wooo… saya sempat terkesima.
Sebanyak ini saya baca postingan ttg PB 2008, belum ada yg sepedas mbak yg 1 itu.
Sempet sih, saya membaca beberapa postingan yg jg mengkritik PB. Tp ga ada yg sepedas di blog tersebut. *beda bumbu kali, yak?* ![]()
Nah, di sini saya ga mau ikut2an. Ga pengen jd mainstream. Mentang2 udh ada 1 blogger yg mengkritik sebegitu pedasnya, lantas saya jg melakukan hal yg sama. Kalo membaca dr postingan mbak Tiza tsb, ada beberapa hal yg saya setuju dan ga setuju.
Setuju, karena saya jg merasakan keluhan2 yg sama dgn mbak Tiza di acara PB kemarin, kurang setuju karena sepertinya ada “tuduhan2″ yg menurut saya kurang mendasar dan tanpa bukti. Nanti takutnya malah jd fitnah.
Tp yg kemudian menjadi fokus saya adalah : bagaimana yg dikritik dan bagaimana yg membaca kritikan tersebut.





